Home » News » Diskon Pembayaran Tagihan Listrik 10 Persen

Diskon Pembayaran Tagihan Listrik 10 Persen

Jun
21
2013
by : BalaSakti . Posted in : News

Loket Pembayaran Listrik OnlinePLN berjanji memberi kompensasi berupa diskon pembayaran tagihan listrik sebesar 10 persen kepada pelanggan sebagai permintaan Maaf atas dampak pemadaman terus menerus dalam beberapa waktu terakhir.

Berikut kutipan berita lengkap dari media online lokal kaltimpost.co.id

BALIKPAPAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Kaltim akhirnya menyadari dampak yang begitu besar dari pemadaman maraton dalam beberapa waktu terakhir. Operator listrik negara ini pun berjanji akan memberikan kompensasi sebesar 10 persen kepada pelanggan.

Ketika menggelar konferensi pers, Selasa (18/6), GM PLN Kaltim Nyoman S Astawa kompensasi berlaku buat tagihan listrik masyarakat Kaltim pada bulan Juni, khususnya pelanggan Sistem Mahakam di tiga kota; Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong. Ini akibat seringnya terjadi insiden listrik padam sepanjang bulan ini. Aturan ganti rugi itu juga terdapat dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 30 Tahun 2012 tentang tarif listrik.

Menurut Nyoman, ganti rugi akan diberikan secara otomatis saat pelanggan membayar. “Langsung kami potong tagihannya sebesar 10 persen. Sementara, untuk yang listrik prabayar akan kami berikan pada saat pembelian paket selanjutnya,” ungkapnya.

PLN Kaltim meminta maaf karena musibah black out atau padam total yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan. Pertama, Sabtu (15/6) malam mulai pukul 18.58 Wita, dan yang kedua, Senin (17/6) malam pukul 23.27 Wita.

Ini sekaligus menanggapi pemberitaan Kaltim Post tentang somasi dari Lembaga Bantuan Hukum Universitas Balikpapan (LBH Uniba). Jika tak ditanggapi, mereka akan mengajukan class action kepada PLN ke Pengadilan Negeri.

“Gangguan yang terjadi ini tidak kami rencanakan, bahkan tidak kami harapkan. Kalau diminta ada pemberitahuan, bagaimana kami mau beritahu. Kalaupun ada perawatan dan segala macam, kami pasti berikan pemberitahuan melalui web serta layanan PLN 123,” kata Nyoman. Namun, ia mengaku siap saja jika dipanggil untuk memberikan penjelasan.

DUA PROSES BLACK OUT

GM PLN Kaltim lalu menjelaskan kronologis terjadinya dua kali peristiwa black out. Pertama, Sabtu malam, di mana terjadi kegagalan isolasi pada belitan primer trafo arus (Winding CT) Fasa R Bay Line 2 Embalut arah Bukit Biru. Ini dimungkinkan karena proses deformasi material, sehingga terjadi short circuit dan menimbulkan ledakan pada arus 150 kV. Akibat gangguan tersebut, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cahaya Fajar Kaltim (CFK) berkapasitas 40 Megawatt (MW) secara otomatis keluar dari Sistem Mahakam.

Sistem mau tak mau harus memikul beban yang besar setelah keluarnya PLTU CFK. Akibatnya, banyak pembangkit kecil yang harus kolaps (padam) sebelum sempat keluar dari Sistem Mahakam. Hanya PLTU Senoni  kapasitas 20 MW yang masih mampu secara otomatis keluar dari Sistem Mahakam dan menyuplai listrik di daerah sekitarnya.

PLN butuh waktu untuk menyalakan kembali pembangkit-pembangkit tersebut. Sistem Mahakam juga didominasi pembangkit kecil yang dipasang pada 20 kV yang rentan gangguan. Sistem Mahakam sendiri terpasang pada sistem 150 kV sehingga butuh waktu untuk pengaturannya. Apalagi, saat gangguan, kondisi Sistem Mahakam sedang defisit.

Menurut Nyoman S Astawa, sesaat sebelum gangguan, beban Sistem Mahakam 266,37 MW. Sedangkan, kemampuan daya pembangkit di Samarinda 156,87 MW dan pembangkit di Balikpapan 104,23 MW (total 261,1 MW). Artinya, masih ada defisit 5,27 MW.

Kedua, untuk black out Senin malam, yang terjadi malah sebaliknya. Yakni, karena pembangkit kekurangan beban. “Itu terjadi karena jaringan yang menuju arah Senoni tertimpa pohon. Akibatnya, secara otomatis Gardu Induk melepaskan diri dari pembangkit,” terangnya.

Akibat hujan lebat dan angin kencang di Samarinda dan Balikpapan juga menyebabkan beberapa kabel transmisi di dua kota ini tertimpa pohon. Banyak Gardu Induk yang secara otomatis memutuskan diri dari pembangkit untuk menghindari korsleting. Alhasil, pembangkit yang saat itu dalam kondisi prima justru mengalami kekurangan beban.

“Kekurangan beban itulah yang menyebabkan mesin berputar di atas putaran normal. Tak lama kemudian mesin secara otomatis mati keseluruhan. Beberapa di antaranya juga rusak karena berputar di atas batas normal tersebut,” kata Nyoman.

PLN mulai menghidupkan kembali beberapa pembangkit di Samarinda maupun Balikpapan pada pukul 00.00 Wita, beberapa menit setelah gangguan. Namun, terjadi gangguan di Gardu Induk Karang Joang yang mengakibatkan black out terulang lagi.

“Ketika terjadi black out, atau padam total, kami membangun kembali Sistem Mahakam ini yang setengah mati. Karena harus menyambungkan satu pembangkit dengan pembangkit lain dan menyambungkan beban satu persatu. Salah dalam menyambungkan beban, akan ada akibatnya. Kalau kelebihan beban, pembangkit akan mati. Begitu juga kalau kekurangan beban, pembangkit juga akan mati,” terangnya.

Kemarin, pukul 12.03, Sistem Mahakam 150 kV sudah normal, tetapi beban belum bisa dinormalkan sepenuhnya karena PLTU CFK, PLTU Senoni, dan PLTU Kalimantan Powerindo belum beroperasi. Direncanakan ketiga PLTU tersebut akan mulai masuk sistem Mahakam pukul 15.00 Wita, namun suplai listrik PLTU baru bisa normal dalam beberapa jam ke depan.

MENUNGGU SENIPAH

PLN saat ini menunggu beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Senipah. Menurut Nyoman, pembangkit berkapasitas 82 MW itu bakal menjadi penyeimbang jumlah pembangkit yang ada di Balikpapan maupun Samarinda. Sejauh ini, kumpulan pembangkit di Samarinda mampu menopang 178 MW, sementara pembangkit di Balikpapan menopang 88 MW. Dari keadaan tersebut harus ada suplai energi dari pembangkit Samarinda ke Balikpapan sekitar 14 MW untuk menopang kebutuhan listrik di Kota Minyak.

Sementara itu, hanya ada 2 transmisi penghubung pembangkit di Samarinda dengan Balikpapan, sehingga rentan terjadi gangguan. Dengan dibangunnya PLTG Senipah, nantinya akan ada transmisi baru yang dihubungkan dari PLTG Senipah ke Gardu Induk (GI) Bukuan yang ada di Samarinda. Selain itu juga akan dibangun transmisi menuju Batakan.

Pembangkit Senipah sendiri sudah siap. Hanya, pembangunan transmisi untuk interkoneksi dengan Sistem Mahakam masih terkendala masalah sosial.

“Masih ada 4 tower yang belum terbangun. Tiga di antaranya lahannya sudah bebas, tapi masyarakat minta ada sosialisasi dari PLN. Sementara sisanya belum bebas, terletak tak jauh dari RSUD Kanujoso dan masih dalam proses. Mudah-mudahan target September bisa terealisasi,” tandas Nyoman.

LAPOR KE OMBUDSMAN

Pengamat hukum dari Unmul Prof Sarosa Hamongpranoto menyebut, sah-sah saja somasi dilayangkan LBH Uniba kepada PLN. Faktanya, biarpet di Kaltim memang menimbulkan kerugian besar bagi warga. Hanya, guru besar Unmul ini mengatakan sebaiknya masalah pelayanan listrik diadukan ke Ombudsman Republik Indonesia. “Sebab Kaltim sudah memiliki perwakilan. Dan, lembaga ini berwenang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik,” katanya.

Setelah dilaporkan ke Ombudsman, maka lembaga negara itu yang akan menginvestigasi PLN Kaltim. Ombudsman akan menilai kinerja PLN, apakah benar terjadi penyimpangan atau tidak. Hasil investigasi itu diserahkan ke BUMN. Tahap selanjutnya, rekomendasi pemecatan para pejabat PLN pun bisa diberikan oleh Ombudsman, berdasarkan hasil investigasi.

Diwawancarai terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kaltim Dr Afdillah Ismi Chandra SHMH mengatakan, PLN seharusnya mencari solusi alternatif yang tepat untuk mengatasi kejadian-kejadian mendadak seperti ini. “PLN seharusnya memiliki cadangan-cadangan pemasok listrik, sehingga ketika terjadi masalah seperti ini, ada tenaga back up yang mampu menopang pasokan,” ungkap Chandra.

Dalam investigasinya, Ombudsman menemukan beberapa sumber listrik yang dikelola perusahaan swasta yang memiliki kapasitas listrik yang dianggap cukup untuk menyuplai listrik ketika PLN mengalami gangguan.

“Sebenarnya ada apa dengan PLN? Seharusnya mereka mencari sumber cadangan lain. Jika memang harus menyuplai listrik dari pihak swasta, kenapa itu tidak dilakukan? Toh, kejadian ini (black out) juga tidak terjadi setiap waktu,” tambah dia. (*/rsh/*/bjo/rom/zal/k6)
sumber: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/23075/minta-maaf-pln-beri-kompensasi.html

Apapun, sebagai warga negara yang bijak, mari melakukan pembayaran tagihan listrik tepat waktu. Bagi yang menggunakan listrik pra bayar, jangan sampai lupa isi token listrik pra bayarnya ya… 🙂

SMS CENTER

Telkomsel

0812-9693-7776

0812-8180-2727

0812-8180-3232

0812-9693-7771

0812-9693-7778

0812-1939-6412

0812-1939-6411

Tri

0896-3944-9791

SMS CENTER

XL

0877-8412-3111

0877-6677-7713

0877-6677-7762

0878-8963-8735

0877-8412-3112

0878-8526-2822

Indosat

0858-1056-5613

0858-1056-5614

TELEGRAM CS

+6285711890114 : @chipsakti102

+6285782688492 : @chipsakti105

+6281288440983 : @chipsakti97

+6285100222779 : @chipsakti106

+6285773512393 : @chipsakti101

Telegram: Chipsaktibot

PPOB Chip Sakti
Jalan Jatimakmur No.16D,
Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat
Phone 021-84903111
Copyright © 2012

Terdaftar di Asosiasi
E-Commerce Indonesia

Verifikasi Hingga